oleh

Dapur Umum Posko Pengungsian Butuh Pasokan Beras

TARAKAN – Dapur umum di posko pengungsian korban kebakaran Pasar Batu per hari memasak hingga 50 kg beras. Dalam sehari dua kali masak, yakni untuk makan siang dan malam.

Bantuan kemanusiaan seperti sembako banyak yang datang dari masyarakat yang peduli terhadap korban kebakaran di olah di dapur umum. Sementara dari Dinas Sosial (Dinsos) dan seperti makanan ringan, makanan kaleng, makanan cepat saji (Indomie).

“Dalam sehari kita masak 2 kali untuk makan siang dan malam, karena untuk sarapan sudah disiapkan dari BAZNAS,” ungkap Kepala Dinsos dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan Hj. Mariyam.

Menurut Mariyam, saat ini dapur umum masih butuh beras, karena beras yang tersedia sekitar 200-an kg dari data yang ada sampai pukul 11.00 WITA hari ini. Jika diestimasi selama 14 hari ke depan, maka tidak akan cukup beras yang ada.

“Karena darurat bencana itu sekitar 14 hari jadi kalau kita hitung-hitung belum cukup sembako yang ada ini,” ujarnya.

Makanan yang sudah diolah di dapur umum, didistribusikan ke korban dan ke petugas, baik PMI, BPBD, Satpol PP dan Tagana. Sekali masak bisa mendapatkan 500 bungkus lebih, termasuk untuk aparat keamanan di sekitar posko pengungsian.

“Ini ada mobil dan dapur umum bantuan dari dinas sosial, kita ada 5 dapur umum komplit sama perlengkapannya. Kita juga standby 24 jam,” terangnya.

“Untuk waktunya ya tadi kita estimasi 14 hari, kalau sebelum itu pengungsi sudah pelan-pelan pindah ya berarti sebelum 14 hari kita juga sudah selesai. Tapi biasanya seminggu saja sudah sepi posko pengungsian sama dapur umumnya,” pungkas Mariyam.(*)

 

Reporter: Ramli

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed