oleh

Walikota Sebut Persoalan GTM Sudah Risiko Bisnis

TARAKAN – Saling klaim persoalan tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Grand Tarakan Mall (GTM), Walikota Tarakan menegaskan bahwa kelonggaran pajak pada GTM sudah 20 tahun, sejak tahun 2000 silam.

“Jadi begini inikan uang negara, daerah ini kan juga punya negara. Jika dia persoalkan itu kan ada jalur yang bisa ditempuh misalnya Tata Usaha Negara kah atau keputusan pemerintah daerah ini kah yang salah,” ujar dr Khairul kepada Benuanta.co.id, Senin (13/1).

“Kalau misalnya ilegal yang kita lakukan, ya kita cabut dan batalkan seperti katanya kemarin sudah membayar, tapi tidak ada buktinya dikami. Kalau ada buktinya mana, ya silahkan kasih. Masalahnya tidak ada bukti di kami tidak ada masalahnya,” sambungnya.

Menurut orang nomor satu di Tarakan ini, kepelikan persoalan ini merupakan risiko bisnis yang memang harus dijalani.

“Itulah resiko bisnis. Contoh saya punya rumah tidak saya tempati, tapi tetap harus bayar pajak PBB. Masalah mau ditempati atau tidak itu bukan urusan kita. Kalau tidak mau bayar pajak atau tidak sanggup, ya jual saja itu, kan begitu. Atau juga tidak mau bayar listrik karena tidak ditempati. Mana bisa begitu, karena itu resiko bisnis,” katanya.

Selain itu, ia menengaskan terkait pailit atau tidaknya perusahaan tersebut tak menjadi ranahnya.
“Keputusan sudah PK. Kewajiban kami sekarang menagih kewajiban perusahaan yang selama ini menunggak. Jadi persoalan pailit tidak ada urusannya dengan kami, kalau izin baru berkaitan karena kami juga dapat surat dari pengadilan niaga Surabaya kami juga harus taat dengan keputusan pengadilan dong. Kecuali kalau dia bisa kasih novum baru, ada tidak keputusan pengadilan yang menganulir keputusan pengadilan niaga,” bebernya.

“Berbicara opini, semua orang selalu berbicara seperti itu jika merasa tidak diuntungkan, dia pasti bilang itu salah. Itu sudah manusiawi lah menurut saya,” tutupnya. (*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed