oleh

10 Kasus TPPO Terhadap Anak di Nunukan Ditangani DP3AP2KB

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia, yang masuk kategori daerah transit dan sangat besar peluang terjadinya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan, Faridah Ariyani mengatakan, sebenarnya TTPO itu bukan hanya satu-satunya kasus trafficking.

BACA BERITA TERKAIT :

“Terjadi perdagangan orang itu adanya unsur kesengajaan, untuk memperjualbelikan dalam hal penanganan perlindungan anak. Kasus TPPO yang saat ini terjadi di Nunukan adalah perdagangan anak, dalam hal ini masuk kasus TPPO. Akhir-akhir ini sering terjadi pernikahan dini,” kata Faridah kepada benuanta.co.id, Rabu (4/12/2019).

Lanjt Faridah, menikah itu memang bukan hanya kesiapan materi atau financial, tetapi yang paling penting adalah mental dan emosi. Bisa saja orang sudah kaya raya di usia muda, tapi ternyata secara psikologi, dia tidak punya kesiapan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Sedangkan TPPO ini adanya unsur yang direncanakan, disengaja dan bagaimana memperjual belikan. Hal itu merupakan tindak kejahatan yang perlu dicegah agar tidak terjadi. Dikatakan Faridah, pihaknya akan mempercepat pembentukan Tim Gugus Tugas di Kalimantan Utara, agar cepat melakukan identifikasi apa yang dikatakan dengan TPPO.

“Kami sudah menangani 10 kasus, salah satunya adalah eksploitasi seksual, kasus yang berhubungan dengan keluarga, seperti pernikahan dini dan lainnya,” ujar Faridah kepada benuanta.co.id.

Eksploitasi seksual yang terjadi di Nunukan, yang terjadi pernikahan paksa, dijelaskannya itu termasuk TPPO karena adanya pemaksaan. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed