oleh

Sepanjang 2019, Ada 44 WNA Diproses Hukum di Nunukan

NUNUKAN – Sebanyak 44 warga negara asing (WNA) di Nunukan dilakukan penegakkan hukum karena melanggar aturan keimigrasian. Hingga Desember ini, sudah sebanyak 36 orang asing di Nunukan dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, sejak Januari hingga dengan bulan Desember Imigrasi Nunukan telah melakukan penegakkan hukum terhadap 44 WNA.

WNA yang dilakukan penegakkan hukum itu berasal dari Malaysia 40 orang, Prancis 1 orang, Singapura 1 orang dan RRT 2 orang. “Kaskus yang paling banyak adalah masuk ke wilayah Nunukan secara ilegal tanpa membekali paspor, rata-rata melewati sebatik. Dan kasus narkotika,” kata Bimo kepada benuanta.co.id, Selasa (3/12/2019).

Untuk masuk ke wilayah Indonesia maupun ke negara lainnya, tegasnya, sesuai aturan harus menggunakan dokumen paspor dan melewati jalur yang resmi.

“Jika melakukan kunjungan diharapkan dapat melaporkan terlebih dahulu ke kantor Imigrasi, untuk menjelaskan apa tujuan datang ke Indonesia. Sedangkan WNA yang hendak bekerja ia harus mengurus visa kerjanya,” ujar Bimo.

Deportasi ini sesuai Pasal 75 junto Pasal 78 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yaitu orang asing yang tidak membayar biaya beban overstay sebesar Rp 1 juta per hari dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan (cekal) selama 1 tahun. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed