oleh

Wakapolda Tegaskan Tes CPNS di Polda Kaltara Bebas dari KKN

225 PESERTA IKUTI PAKTA INTEGRITAS DAN SUMPAH JANJI

TANJUNG SELOR – Setelah proses pendaftaran dan penyerahan berkas selesai, para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Biro SDM Polda Kaltara hari ini jalani proses pakta integritas dan pengucapan sumpah. Kegiatan ini diikuti 225 peserta yang berlangsung di Command Center Mako Polda Kaltara, Senin 2 Desember 2019, pukul 14.00 hingga 15.00 Wita.

Kegiatan pakta integritas penerimaan CPNS Polda Kaltara dipimpin oleh Wakapolda Kaltara, Kombes Pol. Drs. Zainal A. Paliwang SH MHum, Irwasda Polda Kaltara Kombes Pol. Edy Kaolana dan Karo SDM Polda Kaltara AKBP I Wayan Gede Ardana bersama pejabat utama Polda Kaltara.

“Pakta integritas ini sebagai bentuk pelaksanaan seleksi CPNS Polri yang bersih dan transparan serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepostime,” ucap Wakapolda Kaltara Kombes Pol. Drs. Zainal A. Paliwang SH MHum kepada benuanta.co.id, Senin 2 Desember 2019.

Di hadapan ke 225 peserta CPNS Polda Kaltara ini, Zainal mengingatkan, untuk berhasil dalam tes, maka harus bersungguh-sungguh dalam belajar, dan yakin dengan diri sendiri. Karena tidak ada yang bisa menolong keberhasilannya jika bukan yang bersangkutan yang mengusahakannya. “Harus banyak belajar dan yakin pada dirinya saat mengikuti setiap seleksi,” jelasnya.

Kemudian jika ditemukan ada yang berupaya melakukan praktik KKN, Dirinya tidak akan segan dan pandang bulu untuk memberikan sanksi. Untuk itu dia meminta para peserta untuk tetap objektif, jujur dan bertanggungjawab.

“Jangan gantungkan nasib dengan orang atau ke panitia. Tapi kepada Allah yang memberikan rezeki,” ujarnya.

Dia mengatakan kepada peserta yang tidak lolos agar tidak berkecil hati. Karena pasti ada jalan yang lain, yang sudah dipersiapkan untuk mendapatkan kesuksesan.

“Jangan berkecil hati bagi yang belum diterima, karena pasti ada jalan lain yang justu lebih baik,” paparnya.

Zainal menambahkan, Polda Kaltara memiliki komitmen dan integritas yang tinggi saat proses penerimaan anggota Polri serta CPNS Polri. Di mana telah melalui proses yang ada dengan baik, dan sesuai prosedur.

“Maka dalam proses rekrutmen CPNS Polri, tidak boleh ada suap menyuap, KKN dan pelanggaran hukum, baik oleh panitia dan peserta, maupun pihak-pihak yang memanfaatkan momen penerimaan CPNS demi keuntungan pribadi,” tegasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed