oleh

Seminar Melawan Takdir, Bupati Laura Blak-blakan Buka Rahasianya

DIDIDIK DENGAN KERAS OLEH AYAH, PERNAH GAGAL TIDAK JADI HALANGAN

NUNUKAN – Forum Peduli Pendidikan Perbatasan Nunukan (FP3N) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Tradisi Pendidikan Menuju Keunggulan Karakter”, serta bedah buku berjudul Melawan Takdir dan Berhentilah Menjadi Orang Biasa. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Ahad 1 Desember 2019.

Dalam seminar itu juga menghadirkan Prof. Hamdan Juhannis, penulis buku Best Seller berjudul Melawan Takdir.

Dalam kesempatan itu, Laura secara blak-blakan membuka kunci rahasia suksesnya menjadi bupati di usia yang masih sangat muda. Kunci sukses yang pertama menurut Laura, bahwa kesuksesan seseorang di masa depan harus dirancang dan direncanakan sedemikian rupa sejak dini.

Baginya, hidup tidak bisa dijalani hanya dengan prinsip asal mengalir begitu saja, karena akan selalu ada pilihan-pilihan tidak mudah dalam hidup. Di mana seseorang harus memilih, dan siap menerima konsekuensinya.

“Pada saat memutuskan masuk ke dunia politik dan ikut pilkada tahun 2011 lalu, saya mendapat berbagai macam tudingan dari masyarakat yang tidak suka. Mulai dari dianggap masih anak-anak, hanya mendompleng nama besar orang tua, kalau menang tidak akan bisa berbuat apa-apa dan anggapan-anggapan yang lain. Itu konsekuensi yang harus saya terima dan hadapi, tidak boleh mundur,” kata Laura, pada saat menjadi pemateri seminar, Ahad (1/12/2019).

Apalagi saat dirinya dinyatakan kalah dalam pilkada, maka perasaan dikucilkan, dicibir, dan diremehkan adalah kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Tetapi ternyata menurutnya justru pada momen itulah dirinya bisa menyadari bahwa kegagalan-kegagaan yang dihadapinya telah memberikan banyak sekali hikmah.

“Buktinya setelah dua bulan saya mengandung anak yang ke-2, saya masih tetap menjadi anggota DPRD, dan sayapun bisa melakukan evaluasi atas kegagalan-kegagalan itu,” ujar Laura.

Kunci sukses berikutnya adalah tidak gampang menyerah dan selalu bersyukur atas apapun pemberian Allah SWT.

“Saya kebetulan dilahirkan dari keluarga yang sangat tegas, abah (ayah, Red.) sangat keras mendidik anak-anaknya. Saya tidak seperti anak-anak lain yang sering dimanjakan orang tuanya. Tetapi saya bersyukur, karena berkat didikan yang keras itu saya akhirnya menjadi kuat dan tidak cengeng ketika menghadapi berbagai masalah. Apalagi saat menjadi Bupati, ketika menghadapi masalah yang berat saya akhirnya menjadi lebih kuat dan tidak gampang galau. Saya jadi punya mental petarung,” jelasnya.

Hal lainnya yang harus dilakukan jika ingin meraih kesuksesan, menurutnya adalah bekerja keras, selalu berdoa, dan berpikir positif.

“Alhamdulilah saya pernah gagal ikut tes CPNS, pernah kalah dalam pilkada, hal itu membuat saya jadi ingin terus belajar, semakin keras dalam bekerja untuk meyakinkan masyarakat hingga ke pelosok-pelosok, dan selalu berpikir positif bahwa saya akan berhasil. Dan ternyata pada akhirnya saya bisa berhasil menjadi bupati. Oleh karena itu, saya berharap kepada pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nunukan, untuk selalu berpikir positif, terus bersemangat dan jangan mudah menyerah dalam menghadapi masa depan,” harap Laura.

Peserta seminar nasional ini di antaranya dari pelajar, mahasiswa, para guru, ASN, TNI/POLRI, dan karyawan swasta yang ada di Kabupaten Nunukan. (*)

Reporter : Darmawan
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed