oleh

PAN Kaltara Tak Masalah Masa Jabatan Pemenang Pilkada 2020 Hanya 4 Tahun

TARAKAN – Masa jabatan pemenang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang hanya berdurasi maksimal 4 tahun saja. Mau tak mau harus diikuti oleh Partai Politik (Parpol).

Mengenai hal itu Ketua PAN Kaltara, Asnawi mengatakan sebagai parpol harus menghormati dan mengikuti aturan normatif tersebut.

“Kita setuju saja, karena aturannya begitu,” ujar, Asnawi kepada Benuanta.co.id, Senin (2/12).

Mengenai singkatnya masa jabatan kepala daerah tersebut, tentu tak selaras dengan biaya kampanye yang dikeluarkan, serta beberapa janji politik dari masing-masing kandidat pun kemungkinan akan tak direalisasikan, lantaran kehabisan waktu.

Ia menyebut, hal tersebut sudah menjadi pilihan figur dan kandidat yang akan maju di Pilkada 2020.
“Dia (figur) yang maju harus sadar terhadap konsekuensinya,” sebutnya.

Menurutnya, undang-undang Pilkada No 10 tahun 2016, di Pasal 201 ayat 7 yang mengatur gubernur, bupati, walikota dan wakilnya masing-masing di pemilihan tahun 2020 akan berakhir masa jabatannya di tahun 2024, juga akan membawa dampak baik.

“Gagasanya itu kan, untuk menghemat Pemilu yang mahal agar 2024 itu serentak. Tapi kita punya saran, berkaca dari Pilpres kemarin, banyak yang kelelahan, banyak petugas KPPS kita yang meninggal dunia, seharusnya diantispasi,” katanya.

“Bagaimana polanya, dari pemerintah mungkin bisa petugasnya bisa shif-shif an, atau jumlah petugasnya ditambah. Jangan seperti kemarin (Pilpres), orang begadang sampai 2 hari, kan tidak manusiawi kan,” tutupnya. (*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed