oleh

Cegah TPPO, Disdikbud Nunukan Sosialisasi kepada Orang Tua Murid

NUNUKAN – Menikah adalah salah satu kebutuhan manusia. Namun tidak semua pernikahan dapat berujung baik sesuai dengan harapan yang menjalani. Apalagi menikah di usia yang sangat muda. Pernikahan dini diyakini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus penyumbang kematian ibu saat melahirkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, H. Junaidi mengaku kerap menemukan di kalangan masyarakat, orang tua yang memaksa kehendak untuk menikahkan anaknya yang belum memenuhi syarat pernikahan.

“Hal itu terjadi dikarenakan adanya faktor adat, ekonomi, uang jujuran yang terlalu banyak,” kata Junaidi kepada benuanta.co.id saat rapat RAD pencegahan TPPO, Senin (2/12/2019).

Lanjut Junaidi, pernikahan terpaksa yang tidak saling kenal mengenal itu, pada akhirnya berujung pada perceraian.

Seiring dengan perkembangan zaman, gaya hidup pun sangat berpengaruh sekali dalam mempengaruhi kehidupan rumah tangga. “Handphone yang sering berganti, dengan kemewahan, penampilan glamor, sering masuk kafe,” jelasnya.

Yang jadi masalah, ketika tidak memiliki uang, sementara menginginkan sesuatu barang, sehingga mengambil jalan pintas dengan cara menjajakan diri.

Seperti kasus yang baru saja terjadi, kata Junaidi, seorang mucikari diamankan Polres Nunukan akibat memperdagangkan seorang perempuan.

Melihat hal itu, langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan dengan melaksanakan sosialisasi kepada orang tua murid, guru dan komite sekolah. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed