oleh

Butuh Sinergi Semua Pihak untuk Pencegahan TPPO di Nunukan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan telah melaksanakan finalisasi RAD (rencana aksi daerah) dalam pencegahan TPPO (tindak pidana perdagangan orang). Dalam penyusunan itu terdiri dari 14 program dan 24 kegiatan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Nunukan Muhammad Amin SH mengatakan, dengan penyusunan RAD dalam pencegahan TPPO ini bisa segera mungkin dilegalkan dalam bentuk surat keputusan (SK) Bupati. Agar Tim Gugus Tugas ini bisa bekerja dengan baik dan maksimal, sehingga apa yang telah disusun bisa diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas itu sendiri.

Baca Juga : Pemkab Nunukan Bentuk Tim Gugus Tugas dalam Pemberantasan TPPO

“RAD ini kita susun lima tahun, kita akan menghitung dari tahun 2020 dan akan berakhir pada 2025. Ini yang akan menjadi fokus dalam program, kita harapkan selam lima tahun bisa terealisasi,” kata Amin kepada benuanta.co.id, Senin (2/12/2019).

Dalam Gugus Tugas ini terdapat lima subtugas yang ada di dalamnya. Di antaranya sosialisasi, pelatihan pendidikan kepada masyarakat, dan semua unsur-unsur yang rentan terjadi TPPO.

“Kita melakukan pencegahan sedini mungkin dan selalu berkomunikasi dengan tim gugus tugas,” jelasnya.

Tindak Pidana Perdagangan Orang merupakan kejahatan kemanusiaan yang bersifat sindikasi dengan akar penyebab masalah yang kompleks, beragam dan terus berkembang.

Guna mencegah TPPO, diperlukan upaya sinergi para pihak terkait. Mulai dari lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pemerintah di pusat dan daerah. (*)

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed