oleh

TMS Ciptakan Pemahaman dan Kesiapsiagaan Bencana kepada Pelajar

NUNUKAN – Dinas Sosial Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan Tagana Masuk sekolah (TMS) yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial Sepublik Indonesia, bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan RI.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2019 dan Nomor 1 Tahun 2019 tentang Mitigasi kebencanaan pada satuan pendidikan melalui program tagana masuk sekolah, kali ini sekolah SMKN 1 Nunukan menjadi target TMS.

Ini dilakukan untuk mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana sejak dini.

Disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Ir H Jabbar Msi, penanganan bencana pada saat ini mengalami perubahan paradigma maupun tindakan. Penanganan bencana kini menitikberatkan pada partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Jadi masyarakat bukan hanya sebagai objek maupun korban dari bencana, namun juga sebagai pelaku dari penanggulangan bencana,” kata Jabbar, Ahad (1/12/2019).

Dalam pelaksanaan TMS di wilayah perbatasan, khususnya di tingkat pelajar, tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang lebih komprehensif, terpadu dan berkesinambungan di satuan pendidikan dengan melibatkan peran semua pihak pemangku kepentingan.

Diharapkan dengan pelaksanaan TMS, para peserta didik, tenaga kependidikan dapat mengetahui tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan risiko bencana pada tingkatan lingkungan sekolah itu sendiri, lingkungan masyarakat. Yang paling sederhana mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana apabila terjadi bencana.

Pelaksanaan TMS ini menyasar peserta didik baik di tingkat taman kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah, SLTP hingga tingkat SLTA di Kabupaten Nunukan. Untuk tahun 2019 program Tagana Masuk Sekolah (TMS) baru dilaksanakan di 5 Sekolah. Sehingga diharapkan pada tahun 2020 TMS dapat dilaksanakan di seluruh sekolah di semua tingkatan yang ada di Kabupaten Nunukan.

“TMS merupakan bagian dari upaya  Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi penanggulangan bencana terhadap potensi jika terjadinya bencana,” ujarnya.

Untuk kedepannya program kegiatan TMS yang akan dilaksanakan dengan memberikan materi terkait dengan pengenalan jenis bencana dan model pengurangan risiko bencana. Kemudian strategi kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencana, pengorganisasian penanggulangan bencana di satuan pendidikan, menentukan tanda bahaya yang disepakati dan dipahami seluruh pemangku kepentingan di satuan pendidikan.

Lalu menentukan dan memasang tanda petunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul, penyampaian informasi dan laporan permohonan pertolongan, pelatihan teknis pertolongan pertama, pemberian layanan psikososial dan penyelenggaraan kegiatan simulasi kebencanaan secara rutin. (*)

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed