oleh

Nakhodai KNPI Tarakan, Erik akan Perjuangkan Gedung Graha Pemuda

TARAKAN – Melalui Musyawarah Daerah XI DPD KNPI Kota Tarakan, Sabtu (30/11/19) siang tadi di Gedung Graha Pemuda, Kampung IV, telah menetapkan Ketua DPD KNPI Kota Tarakan yang baru.

Erik Hendrawan selaku ketua terpilih menyampaikan, sebagai langkah awal menjalankan roda organisasi, Ia akan melakukan konsolidasi secara intensif bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada.

“Yang jelas saya akan melakukan konsolidasi secara intensif dengan teman-teman OKP yang ada, terutama OKP yang hari ini kita sudah lihat di publik adalah OKP-OKP Cipayung. Itu menjadi prioritas saya untuk bersama-bersama menghidupkan eksistensi kepemudaan di Tarakan,” ungkap Erik kepada benuanta.co.id.

BACA BERITA TERKAIT :

Selain akan melakukan konsolidasi secara intensif bersama OKP yang ada, Erik akan fokus pada Gedung Graha Pemuda, yang akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan kepemudaan.

“Harapan saya penggunaan gedung ini fokus pada wilayah kepemudaan. Terakhir harapan kita, semua OKP yang berhimpun di bawah KNPI memiliki legalitas formal, minimal memiliki surat keterangan terdaftar di Kesbangpol Tarakan, agar kegiatan ke depan bisa terkoordinasi dengan baik, dan OKP mana yang membutuhkan bantuan dari pemerintah bisa jelas,” jelas Erik lagi.

Erik juga akan memperjuangkan Gedung Graha Pemuda kepada pemerintah dan mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah karena telah mendukung acara kepemudaan. “Saya juga yakin pemerintah rindu akan hadirnya kita untuk mengingatkan mereka ketika mereka melakukan atau mengambil kebijakan,” kata Erik.

Untuk mekanisme pengelolaan Gedung Graha Pemuda, Erik menyampaikan bahwa gedung graha pemuda adalah milik pemerintah. Tetapi ia akan mencoba menghadap ke pemerintah dan dinas terkait untuk meminjam gedung dalam hal kegiatan kepemudaan saja. Karena menurut Erik Gedung Graha sangat dibutuhkan untuk melakukan kegiatan administrasi dan tertib organisasi.

“Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah, stakeholder yang peduli dengan kegiatan kepemudaan. Juga dengan perusahaan BUMN yang wilayah kerjanya di Tarakan, kita mungkin meminta partisipasi dalam bentuk CSR, karena kita tidak butuh uangnya, kita butuh kepeduliannya dalam bentuk barang, dan juga kalau uang itukan sedikit dan takut disalahgunakan,” tutup Erik.(*)

 

Reporter : Herdiyanto Aldino Bachri

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed