oleh

Bupati Laura Serahkan Bantuan UEP-KUBe, RS-Rutilahu dan Sarling

BANTUAN UEP-KUBe UNTUK 87 KELOMPOK, RS-RUTILAHU 100 RUMAH, & SARLING 1 KELOMPOK

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Di antaranya bantuan modal Usaha Ekonomi Produktif–Kelompok Usaha Bersama (UEP-KUBe), bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) serta Bantuan Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling).

Penyerahan bantuan itu dilakukan di Paras Perbatasan, Jumat (29/11/2019), didampingi Sekretaris Daerah (seKda) Kabupaten Nunukan Serfianus, dan disaksikan Kepala Dinas Sosial Ir. H. Jabbar M.Si.

Ir. H. Jabbar M.Si mengatakan, KUBe yang berbentuk usaha ekonomi produktif di Kabupaten Nunukan per 2018 tercatat sebanyak 28 Kelompok dan tahun 2019 bertambah 59 kelompok. Sehingga secara keseluruhan berjumlah 87 Kelompok.

Untuk setiap kelompok terdiri dari 10 keluarga tidak mampu dengan nilai bantuan masing-masing kelompok senilai Rp 20 Juta untuk digunakan sebagai modal usaha, sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) kelompok yang telah direncanakan.

“Sedangkan untuk usaha yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok bervariasi. Di antaranya usaha budidaya rumput laut, usaha sembako, usaha pertanian palawija, usaha penangkapan ikan, usaha bengkel, usaha batik dan usaha-usaha lainnya,” kata Jabbar, Jumat (29/11/2019).

Sedangkan untuk program bantuan RS-Rutilahu atau bantuan sosial renovasi rumah bagi keluarga tidak mampu untuk tahun 2019 sebanyak 10 kelompok. Terdiri dari 100 rumah dengan bantuan sebanyak Rp 150 juta per kelompok.

Masing-masing kepala keluarga mendapatkan bantuan Rp 15 Juta untuk renovasi rumah bagi keluarga tidak mampu. Sedangkan untuk bantuan sarana prasara lingkungan (sarling) untuk tahun 2019 hanya 1 kelompok yang mendapatkan bantuan. Yakni kelompok RT 11, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan untuk pengadaan pengelolaan air bersih dengan nilai bantuan sebesar Rp 50 Juta.

Bagi penerima bantuan itu akan terus dilakukan pembinaan serta pendampingan sosial yang nantinya untuk memantau perkembangan dan kemajuan usaha yang dilakukan setiap kelompok. Sehingga usaha yang dilaksanakan dapat berjalan lancar dan menghasilkan.

“Untuk bantuan renovasi rumah tidak layak huni persyaratan yang harus dipenuhi yakni tanah harus milik sendiri atau pribadi dan kondisi rumah tidak layak huni,” imbuhnya.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed