oleh

Bahaya di Balik Lezatnya Makanan Siyei

Oleh : dr. Liber Siahaan

DAGING babi merupakan salah jenis makanan yang cukup populer di Indonesia. Meskipun harganya relatif mahal, banyak orang menyukai rasanya yang lezat. Selain mudah diolah, daging babi mengandung gizi yang tinggi.

Tak jauh berbeda dengan daging pada umumnya, daging babi juga mengandung beragam nutrisi yang penting bagi tubuh. Dalam seratus gram daging babi segar terdapat 11.9 gram protein, 453 kalori, dan 45 gram lemak.

Daging babi juga mengandung 117 miligram fosfor, 7 miligram kalsium, 1.8 miligram besi, 819.3 miligram kalium, 0.22 miligram tembaga 112 miligram natrium, dan 0.4 miligram seng. Dengan kandungan nutrisi dan mineral yang ditawarkan tak heran jika daging babi banyak dijadikan sebagai bahan baku beragam jenis hidangan.

Di Indonesia, daging babi juga dimanfaatkan oleh suku Dayak untuk membuat siyei dan teluk. Siyei merupakan daging babi asap, sedangkan teluk merupakan babi yang difermentasikan. Selain daging babi, teluk juga dapat dibuat menggunakan ikan.

Kendati menawarkan kelezatan yang dapat menggoyang lidah Anda, mengonsumsi daging babi bukan tanpa risiko. Pasalnya, cukup banyak gangguan kesehatan yang muncul setelah mengonsumsi daging babi.

Bahaya Daging Babi yang Patut Diwaspadai

Lantas, benarkah mengonsumsi daging babi dapat menyebabkan penikmatnya mengalami berbagai masalah kesehatan? Dari hasil penelitian yang diterbitkan oleh Consumer Reports, daging babi memiliki risiko tinggi terkontaminasi bakteri berbahaya, Yersinia Enterocolitica.

Daging babi yang terkontaminasi Yersinia Enterocolitica dapat menyebabkan demam dan gangguan pencernaan. Gejalanya ditandai dengan rasa mual disertai muntah, diare, dan kram perut.

Selain itu, dibandingkan dengan daging merah lainnya, daging babi agak sulit dicerna. Sistem pencernaan membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mengolah dan mencerna daging babi. Inilah salah satu alasan mengapa mengonsumsi daging babi dapat memperlambat proses pencernaan tubuh.

Tak hanya itu saja, masih ada sejumlah risiko gangguan kesehatan yang patut Anda waspadai sebelum mengonsumsi daging babi. Pertama adalah Kanker Kolorektal. Dalam jurnal kedokteran, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa daging babi yang diolah menjadi bacon, ham, dan sosis dapat memicu penyakit kanker.

Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi lima puluh gram olahan daging babi tersebut setiap hari berpeluang tinggi terserang kanker kolorektal.

Kanker kolorektal tumbuh pada kolon (usus besar) atau rektum. Kanker ini ditandai dengan gejala umum, seperti kram perut, diare, sakit perut setelah buang air besar, keluar darah dari anus, sembelit, tinja berwarna gelap, dan berat badan menurun drastis.

Kedua adalah penyakit hati. Dalam sebuah studi kesehatan ditemukan fakta bahwa ada kaitan erat antara mengonsumsi daging babi dengan penyakit hati. Saat olahan daging babi dimasak pada suhu tinggi, senyawa N-nitroso akan terbentuk.

Senyawa N-Nitroso sendiri merupakan pemicu utama rusaknya sel-sel yang melapisi usus. Bahkan, senyawa ini juga meningkatkan risiko kanker dan kesalahan pengembangan sel DNA.

Hasil penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan bahwa daging babi merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengidap penyakit kanker hati dan sirosis di seluruh dunia.

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed