oleh

“Menuju Kalimantan Utara Maju”

Penulis: Dwi Damayanti

(Statistisi BPS Kota Tarakan)

 

TERBENTUKNYA Provinsi Kalimantan Utara merupakan buah dari perjuangan panjang yang dimulai sejak tahun 2000-an. Perjuangan panjang itu baru tercapai setelah secara resmi ditandatanganinya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang pembentukan Provinsi Kalimantan Utara tepatnya pada tanggal 16 November 2012.

Pada saat dibentuknya wilayah Kaltara, terbagi 5 wilayah administrasi, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan. Suku asli yang mendiami Kalimantan Utara adalah suku tidung dengan rumah baloy dan suku dayak dengan rumah lamin yang merupakan rumah adatnya, dengan senjata yang bernama Mandau. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Tidung, Dayak dan Indonesia. Kebudayaan Kaltara yang beragam menarik perhatian wisata domestik maupun manca negara untuk datang.

Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas ± 75.467.70 km², terletak pada posisi antara 114º 35’ 22’ – 118º 03 00’ Bujur Timur dan antara 1º 21’ 36’ – 4º 24’ 55’ Lintang Utara. Sementara jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Utara secara proyeksi tahun 2018 sebanyak 716,4 ribu penduduk yang terdiri dari 380 ribu penduduk laki-laki dan 336,4 ribu penduduk perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,87 ribu.

Sebagai Provinsi baru, Kalimantan Utara termasuk provinsi yang mengalami kemajuan, berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,56 ini menunjukan SDM Kaltara sudah tinggi, sebagai adik kandung Provinsi Kalimantan Timur dengan IPM 75,83. IPM yang menggambarkan kualitas SDM suatu wilayah, meliputi tiga aspek penilaian. Yaitu Indeks kesehatan yang diwakili umur harapan hidup, indeks pendidikan dari rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, serta indeks ekonomi yang diwakili pengeluaran perkapita. (Berita Resmi Statistik Indonesia)

Umur Harapan Hidup (UHH) 2018 Kaltara pada level 72,50 menunjukan pencapaian pembangunan bidang kesehatan dasar Kaltara sudah sangat bagus. Didukung dengan adanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan peralatan yang memadai. Adapun rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas untuk bersekolah di Kaltara selama tahun 2018 adalah 8,87 tahun.

Dengan Harapan Lama Sekolah di level 12,82, menggambarkan harapan lama sekolah anak-anak usia 7 tahun ke atas ini untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan menjadi syarat utama pembangunan sehingga diharapkan pemerintah kaltara terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan didukung adanya perguruan tinggi negeri di Kaltara. Selain itu jika ditinjau dari aspek ekonomi tergambar dari pengeluaran per orang pertahun, besarnya pengeluaran perorang pertahun pada tahun 2018 penduduk Kaltara adalah sebesar Rp. 8.943.000.(Berita Resmi Statistik Indonesia)

Suatu daerah juga dapat dikatakan mengalami kemajuan jika dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Secara umum tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase, baik penduduk miskin di perkotaan maupun pedesaan. Persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen, menurun 0.25 persen poin terhadap September 2018 dan menurun 0,41 persen pada Maret 2019.

Kaltara sendiri persentase penduduk miskin sebesar 6,86 persen pada September 2018 turun menjadi 6,63 persen pada Maret 2019. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan diantaranya yaitu rata-rata upah nominal buruh tani dan bangunan, tingkat pengangguran terbuka, tingkat inflasi, nilai tukar petani, menurut desil pengeluaran perkapita perbulan, pelaksanaan program rastra, panambahan cakupan program BNPT. (Berita Resmi Statistik Indonesia)

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed